
Tari Sigeh pengunten (Siger Penguntin) yaitu salah satu tari kreasi daerah Lampung. Tari ini merupakan pengembangan dari tari sembah yaitu tari tradisi asli masyarakat Lampung.
Melalui peraturan adat istiadat Lampung, tari Sigeh pengunten ini di resmikan menjadi tarian Lampung untuk penyambutan tamu penting. Tarian ini biasanya ditampilkan saat pembukaan acara baik formal maupun non formal.
Tari sigeh pengunten memiliki keunikannya sendiri dari musik, busana, dan geraknya. Koreografi tari ini mengambil unsur dari berbagai tarian Lampung untuk mengenalkan budaya Lampung yang sangat beragam.
Tarian ini mengandung makna didalamnya. Makna tersebut adalah makna gerak yang mengandung falsafah piil pesinggiri, iringan sebagai persembahan, tatarias sebagai keceriaan, dan busana sebagai perwakilan dua suku yakni pepadun dan saybatin. Selain itu properti yang digunakan yaitu tepak memiliki makna tersendiri. Tepak berisi sikapur sirih akan diberikan kepada salah satu tamu sebagai perwakilan seluruh tamu. Hal ini sebagai tanda terimakasih dari tuan rumah kepada pengunjung atau tamu yang telah hadir dalam acara tersebut.
Musik Pengiring TARI SIGEH PENGUTEN
1. Nama alat musik: Talo balak (Kulintang)
2. Nama tabuhan: Gupek dan Tarei. Gupek adalah iringan yang memiliki tempo yang cepat. Tarei adalah iringan yang memiliki tempo yang lambat atau pelan digunakan pada pokok atau inti tari.