Merupakan tari klasik yang mengalami perkembangan dan penambahan aransemennya karena mengikuti perkembangan zaman. walaupun tari klasik ini mengikuti perkembangan, namun hal itu tidak mengubah atau menghilangkan nilai-nilai yang di kandungnya. Tari kreasi ini juga sering menjadi ajang perlombaan besar. Perlombaan itu dibuat agar generasi muda sekarang tidak melupakan warisan bangsa yang sudah ada. Banyak sekali yang antusias untuk mengikuti perlombaan tari tersebut. Hal ini wajib perlu di jalankan agar warisan bangsa ini tetap ada dan tidak dilupakan.
Tari kreasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Tari Kreasi Berpolakan Tradisi
Merupakan tari yang dilandasi oleh kaidah-kaidah tradisi, musik/krawitan, keografi, tatabusana dan riasnya, maupun tata teknik pentasnya.
2. Tari Kreasi Baru Tidak Berpolakan Tradisi (Non Tradisi)
Merupakan tari yang tidak menghubung-hubungkan diri dari pola tradisi baik dalam keografi, musik, rias dan tatabusana, maupun tata teknik pentasnya.
Pada perkembangan selanjutnya tari kreasi dikenal dengan tari modern, yakni tarian yang lebih dapat diterima oleh masyarakat .
Ciri-ciri tari kreasi
- Busana
- Alat musik pengiring
- Lagu pengiring tatarias
- Gerakan
- Properti yang digunakan lebih modern
- Terbentuk dari tari tradisional dengan inovasi
- Terdapat inovasi gerakan, tata rias, alat pengiring dan lagu pengiring
Contoh tari kreasi
- Tari Padendang
- Tari Bosara
- Tari Merak
- Tari Tenun
- Tari Angsa
Daftar contoh tarian diatas merupakan beberapa unsur dalam tari kreasi yang mendapatkan sentuhan modern.
